Tampilkan postingan dengan label LAPORAN BIOKIMIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAPORAN BIOKIMIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

PENGUJIAN ASAM LEMAK


I.TUJUAN

1.Mempelajari pembentukan sabun melaui proses saponifikasi
2.Mengisolasi lemak
3.Menguji ketidakjenuhan asam lemak
4.Mengetahui asam lemak pada bahan berlemak

II.TINJAUAN PUSTAKA

Asam lemak terutama teradapat sebagai senyawa ester didalam lemak dan minyak alami, tetapi sesungguhnya juga ditemukan dalam bentuk tidak teresterifikasi sebagai asam lemak bebas, yaitu bentuk transpor yang ada dalam transpor darah. Asam lemak yang terdapat dalam bentuk lemak alami biasanya merupakan derivat rantai lurus dan mengandung atom karbon dengan jumlah genap, karena senyawa tersebut disintesis dari dua karbon (Murray, 1999).

Senin, 03 Februari 2014

PENGUJIAN PROTEIN DAN ASAM AMINO

I. TUJUAN

1.      Mengetahui kadar ikatan peptide dalam suatu senyawa asam amino.
2.      Mengetahui bahan yang diujikan mengandung protein.
3.      Mengetahui beberapa sifat asam amino dan proses denaturasi protein.


II. TINJAUAN PUSTAKA

            Asam amino adalah senyawa yang mengandung gugus karboksil dan gugus amin. Asam amino juga merupakan senyawa monomer dari protein, jenis asam amino dibedakan dari letak gugus amina yang terikat pada atom C ( Hart, 1987 ).
            Asam amino merupakan bahan yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh. Berdasarkan kebutuhan akan asam amino tersebut, ada beberapa jenis asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh dan ada jenis asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh disebut juga asam amino non essensial, sedangkan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh disebut juga asam amino essensial, asam amino jenis ini diperoleh dari makanan yang dimakan oleh tubuh ( Wilbraham, 1998 )
Struktur asam amino mempunyai 2 buah fungsi yaitu gugus karboksilat (-COOH ) dan gugus amina ( NH2 ). Rumus umum asam amino dapat digambarkan sebagai berikut : Gugus R beraneka jenisnya tidak hanya terbatas pada gugus alkil saja ( Hart, 1987 ).

PENGUJIAN KARBOHIDRAT

I. DASAR TEORI
Bagi kebanyakan organisme karbohidrat merupakan tonggak kehidupan, dalam tubuh manusia dan hewan karbohidrat merupakan cadangan energi yang tersimpan dalam sel sebagai glikogen. Karbohidrat dalam bentuk gula dan pati melambangkan bagian utama kalori total yang dikonsumsi manusia dan bagi kebanyakan kehidupan hewan, seperti juga bagi berbagai mikroorganisme (Lehninger, 1982). Karbohidrat adalah golongan senyawa yang terdiri dari unsur-unsur C, H, dan O, serta memiliki rumus umum Cn(H2O)m. Sifat-sifat fisik karbohidrat ada yang berupa zat padat pada suhu kamar, ada yang tidak berwarna (misal :sukrosa dan glukosa), zat padat amarf (pati) dan basa serat  (selulosa) (Weissmann, 1975). Berdasarkan jumlah rantai karbon penyusunnya, karbohidrat dibagi menjadi empat golongan yaitu:
1. Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana, karena molekulnya hanya terdiri atas satu atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat yang lain(Fessenden, 1997). Monosakarida memiliki bentuk antara lainglukosa, galaktosa dan fruktosa yang ketiganya memiliki isomer C6H12O6(Foster,2004)

Minggu, 02 Februari 2014

PENGUJIAN AKTIVITAS ENZIM

I. TUJUAN

  1. Mengetahui aktivitas nitrat reduktase dalam beberap tanaman tingkat tinggi.
  2. Mengetahui tingkat aktivitas enzim amylase dengan metode penentuan titik akhromik.
  3. Mengetahui pengaruh temperatur dan pH terhadap aktivitas enzim amylase.


II. DASAR TEORI

            Enzim merupakan suatu protein yang didinteas oleh sel hidup yang berfungsi mengkatalisa jenis reaksi kimia tertentu yang terjadi di dalam dan di luar sel yang menghasilkannya. Berdasarkan hal itu maka enzim juga dapat dinamakan biokatalisator.Enzim akan meningkatkan dengan nyata kecepatan reaksi kimia spesifik, yang apabila tanpa enzim akan berlangsung sangat lambat.Enzim tidak dapat mengubah titik keseimbangan reaksi dikatalis olehnya. Enzim juga tidak akan habis dipakai atau diubah secara permanent oleh reaksi tersebut. Enzim meningkatkan kecepatan reaksi kimia dengan menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah jumlah energi yang diperlukan untuk membawa semua molekul senyawa pada kondisi lingkungan tertentu menuju tingkat trasnsisi pada puncak batas energi (  Lehninger, 1993 ).