PERSEMAIAN
DAN PINDAH TANAM PADI METODE KONVENSIONAL DAN THE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI)
I. TUJUAN
1. Mengetahui pengaruh metode persemaian dan waktu pindah tanam terhadap
pertumbuhan bibit padi
2.
Mengetahui hubungan antara kualitas bibit dengan berat keringnya.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Padi merupakan bahan pokok yang paling penting di dunia.
Padi dalam system budidayanya memerlukan banyak air. Hal ini menyebabkan tidak
efisiennya penggunaaan air. Sehingga, dibutuhkan metode budidaya padi hemat air
yang dapat tetap menyediakan kebutuhan pangan di masa mendatang (Limeizhao et al., 2009).
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, dewasa ini telah
dikembangkan metode SRI. SRI (System of
Rice Intensification) merupakan salah satu pendekatan dalam praktek
budidaya padi yang menekankan pada manjemen pengelolaan tanah, tanaman, dan air
melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan
ramah lingkungan. Hal ini sangat mendukung terhadap pemulihan kesehatan tanah
dan kesehatan pengguna produknya (Mediana, 2010).